Does anybody know if we’re looking out for the day of another dream?

I’m going to smile and make you think I’m happy, I’m going to laugh, so you don’t see me cry, I’m going to let you go in style, and even if it kills me – I’m going to smile
— unknown

Kalau Sudah Besar, Aku Ingin Punya Pacar..

Dari tahun ke tahun, terlepas dari keinginan kita, keadaan selalu memaksa kita untuk terus melangkah maju. Baik dari segi politik, teknologi, pendidikan, budaya, hingga seni dan musik. Memang, jika kita melihat dari segi perkembangan industri musik di negara kita ini, dari waktu ke waktu justru mengalami banyak kemunduran. Band-band yang tergolong alay mulai merajai dunia musik kita saat ini. Namun, kemunduran ini malah menjadi katrol bagi tingkat kedewasaan dalam lifestyle anak-anak bangsa kita. Terutama yang berhubungan dengan kehidupan cinta dan pacaran.

Jaman gue kecil dulu, artis-artis yang eksis itu ya artis-artis cilik, seperti Bondan Prakoso, Trio Kwek-Kwek, Joshua Suherman, dll. Liriknya pun masih lucu-lucu ‘Hey, si lumba-lumba, makan dulu!’ atau ‘Nyamuk-nyamuk nakal..’.Walaupun setelah gue sadari, lagu itu juga bikin kita menjadi nakal. Kenapa?

Coba kita telaah kembali lirik ‘Nyamuk-nyamuk nakal..’. Dari kecil kita sudah diajari untuk memfitnah. Pada dasarnya, memang nyamuk itu sudah diciptakan untuk menghisap darah kita. Kalau mereka bisa memilih, pasti mereka juga lebih memilih minum air daripada darah. Lebih aman dan lebih mudah untuk didapatkan. Apalagi kalau nyamuknya jago berenang. Jadi, jelas bukan karena mereka yang nakal dan iseng menghisap-hisap darah kita, namanya juga tuntutan hidup. Jika kita menyalahkan mereka hanya karena mereka berusaha untuk bertahan hidup, bukannya lebih tepat kalau para sapi dan ayam yang menciptakan lagu ‘Manusia-manusia nakal..’? Pasalnya, kita yang bisa bertahan hidup tanpa mereka malah selalu iseng mengkonsumsi mereka. Bahkan, anak ayam yang belum sempat melihat wajah ibunya pun sudah kita makan.

Oke, kembali ke topik awal. Jaman sekarang, era artis cilik sudah mulai punah. Lagu-lagu yang banyak menggelitik telinga anak-anak kecil jaman sekarang malah lagu-lagu remaja yang bertemakan cinta. Bahkan, band yang anggota nya tergolong masih di bawah umur, seperti The Lucky Laki, pun menciptakan lagu yang mengangkat tema cinta. Kadang gue mikir, apa iya bocah ingusan kayak mereka sudah pernah menangis karena ditinggalkan cinta? Atau itu sebenarnya curahan hati sang ayah yang malu untuk dinyanyikan sendiri?

Hal lain yang memiliki pengaruh besar pada perkembangan anak Indonesia saat ini masih berkutat dalam dunia entertainment, Televisi! Dengan maraknya sinetron-sinetron yang ada saat ini, tentu anak-anak semakin banyak menyerap isinya yang tak lain juga selalu mengangkat tema cinta. Nah, kalo yang ini, istilah bahasa sunda nya ‘In yor peiss!’ Kenapa?

Dari televisi ini, anak-anak menyerap isinya secara audio dan juga.. VISUAL. Telak mengenai sasaran! (Sedangkan pas jaman gue kecil, yang telak kena sasaran mentok-mentok juga cuma pukulan terbang nya Kamen Rider!).

Dari buku psikologi yang pernah gue baca, anak-anak yang masih labil itu sangat mudah terpengaruh oleh keadaan di sekitar nya, Terutama dari apa yang mereka lihat dan apa yang mereka dengar (pergaulan, musik, televisi). Mereka cenderung masih suka meniru. Makanya, pas jaman SMP gue sering dipiting dan dibanting, karena pada waktu itu yang namanya pertandingan gulat seperti Smack Down emang lagi ngetren di Indonesia (Hashtag traumamasasmp, hashtag curhatanpelajarculun). Makanya, ngga heran kalau jaman sekarang kita bisa melihat anak kecil bercelana pendek dan rok merah mojok berduaan di bawah pohon berbagi sebuah pisang (namanya juga cinta monyet!).

Beberapa waktu yang lalu, temennya Mami Sri yang anaknya waktu itu masih kelas 1 SD pernah cerita. Suatu hari, ketika sedang membayar tol, tiba-tiba anaknya bilang ‘Bu, boleh ngga kembalian nya buat aku? Aku mau traktir Dina (yang diakui sebagai pacarnya) minum Fruit Tea’. Pada awalnya, meskipun setengah kaget mendengar kata-kata yang keluar dari mulut sang anak, si ibu merasa hal itu masih cukup wajar dan lucu. ‘Ih ini mana cukup, nih mama tambahin biar bisa beli 2 botol’ balas sang ibu sambil mengobok-obok air, eh dompet maksudnya. Ibunya bukan Joshua Suherman kok.

‘Ngga usah bu, aku emang cuma mau beli 1 kok. Nanti minumnya berdua biar lebih romantis’ jawab sang anak polos. JRENG! JRENG! Perasaan pas jaman gue kelas 1 SD, kalo ketahuan suka sama cewe aja rasa malunya kayak abis memperkosa sapi tetangga terus siap-siap mati dirajam anggota FPI, apalagi ketahuan pacaran. Yakan?

Ya, pada akhirnya sih, entah hal itu baik atau pun buruk. Keadaan emang bakal selalu memaksa kita buat terus maju. Hal ini memang bukan sesuatu yang bisa dengan mudah kita hindari. Tapi, justru dari sini kita sebagai manusia dituntut untuk lebih peduli dengan lingkungan kita. Tidak semua kemajuan ini membawa dampak positif untuk kita. Jika kita tidak berhati-hati, kemajuan ini justru malah bisa menjadi ‘Senjata makan tuan’. Semua itu balik lagi kepada setiap kita, bagaimana kita harus menyikapi hal ini.

Beberapa tahun dari sekarang, mungkin gue juga akan menjadi seorang bapak (Jelas gue sangat prihatin dengan masalah ini. Kalau anak gue mukanya kayak gue, pasti tiap hari gue bakalan pusing karena setiap pulang sekolah anak gue bakalan nangis jedotin kepala di tembok gara-gara ditolak cewe). Jadi, sebelum gue resmi jadi seorang bapak, gue cuma pengen berusaha meluruskan dampak-dampak negatif dari kemajuan jaman yang ada sekarang ini. Gue berharap, kita bisa memberikan lingkungan yang lebih baik lagi untuk generasi yang akan datang.

I still believe it when you say,
“It’s another perfect day”
I might try to leave it all behind,
But, I know tomorrow’s not so bright now

I still believe it when you say,

“It’s another perfect day”

I might try to leave it all behind,

But, I know tomorrow’s not so bright now

Don’t Try This At Home!

Menurut salah satu buku yang baru aja gue baca, ketika seorang cowo suka sama cewe, hal pertama yang harus dilakukan adalah: meng-GOMBAL!

Namun, menggombal itu juga ada caranya. Jika kita menggombal secara liar, tentu fatal akibatnya! (misalnya, jangan tiba-tiba teriak, ‘WOI CANTIKKK, KALAU AKU JADI LEBAH, KAMU AKAN AKU HISAP SAMPAI HABIS’. Beuhhh CADASSS!. Tapi gue yakin banget, satu-satunya yang bakal tertarik buat ngedeketin lo juga paling sang satpam yang mendapat laporan ada seorang seks maniak setengah waras mengancam warga setempat!). Sekali lagi, JANGAN!

Menggombal yang baik dan benar itu harus dipikirkan secara matang dari segala aspek yang ada. Salah satu hal yang paling signifikan dalam ilmu pergombalan adalah, pemilihan kata! Pada dasarnya, telinga wanita sangatlah sensitif. Jika dia mendengar sesuatu yang indah, hatinya pasti luluh. Begitu pula sebaliknya. Jadi, sebelum kita menggombal, kita harus memperhatikan nilai estetik dari setiap kata yang akan kita gunakan.

Demi kepentingan kaum pria di seluruh dunia (lebay!), akhirnya gue coba untuk membuktikan sendiri dengan melakukan eksperimen pada 2 cewe yang berbeda. Berikut adalah hasil eksperimen yang gue dapatkan. Don’t try this at home!

Eksperimen 1.

Gue: Halo Keyla, bokap kamu astronot ya?

Jawaban yang gue harapkan, ‘bukan, kenapa ya?’

Jawaban yang sebenarnya, Keyla: Bukan, bokap aku ahli Jabulani! (Jabulani adalah nama bola yang digunakan di Piala Dunia 2010. Entah pekerjaan macam apa itu ahli Jabulani. Keren banget bokapnya!)

Cewe jaman sekarang baru mau digombalin aja udah bikin susah cowonya. Ngga heran jaman sekarang semakin banyak cowo-cowo yang orientasi seks nya labil. *prihatin*

Gue: Yah key, gue ngga mau tau juga pekerjaan asli bokap lo apaan, niat gue cuma mau ngegombal kok. Sumpah! (Contoh cowo kurang ajar, jangan ditiru!)

Keyla: Yaudahhh, terusin donggg. Pokoknya bokap gue ahli Jabulani!

Mood gue buat ngegombal udah hilang, mood gue sekarang: ngancurin Jabulani!.

Kesimpulan: Baru niat untuk ngegombal dengan pemakaian kata yang salah aja sudah bisa membuat suasana menjadi runyam! Niat yang salah adalah akar dari dosa. Camkan itu!

Eksperimen 2

Gue: Halo Ranti, bokap kamu astronot ya?

Ranti: Bukan, Kenapa?

Nah, ini dia jawaban yang gue tunggu! Begini nih baru cewe yang pas buat digombalin!

Gue: Abis muka kamu mirip sih sama Neil Armstrong! Hehe..

Ranti: Hemm.. Binatang apa yang pertama kali sampai ke bulan? (cewe kurang sensitif lagi digombalin malah ngajak maen tebak-tebakan. -__-“)

Gue: Kelinci? Monyet? (Karena males, gue jawab asal-asalan)

Ranti: Salahhh… Burung

Gue: Lho kok dikasih tauu, kan gue belom nyerahh..

Ranti: 2x salah dianggap gugur mas!

Gue: Dimana-mana, kesempatan menjawab itu harusnya 3x!

Ranti: Hahahaha abis lo asal-asalan jawabnya. Yaudah ulang. Binatang apa yang pertama kali sampai ke bulan?

Nasib dahh.. Mau ngegombal aja nemu nya yang kayak gini.. Anehnya, gue malah merasa tertantang! Kali ini tanpa basa-basi langsung gue ketik, ‘burung’, enter! Namun, karena kelemotan provider hape gue, jawaban belum bisa terkirim. Tiba-tiba..

Ranti: Tetottttt lamaaa. 2x lagi kesempatan lo.

Gue: Tadi gue udah jawab, tapi providernya nih ble’e. Yaudah, jawabannya burung!

Ranti: Tetottttt. Salahhh kurang lengkap. 1x lagi kesempatan.

Rasanya pas denger Ranti ngomong ‘Tetotttt’ kedua kalinya, mulutnya pengen gue sumpel pake kepala Neil Armstrong! Dosa apa gue nemu makhluk kayak gini.

Gue: Burung hantu!

Tiba-tiba gue dapet pencerahan..

Gue: Eh.. burung… gue?

Ranti: Salahhhh!! Burungnya Neil Armstrong!! Ahahaha..

Gue: Lha, bener dong berarti! Burung gue kan mirip sama burungnya Neil Armstrong! (yak! sotoy abis! Berasa pernah mandi bareng Neil Armstrong terus saling membandingkan burung)

Ranti: Iya, tapi lo udah salah 3x. Pertama, abis waktu, kedua, kurang lengkap, ketiga, burung hantu. Salah semuaa!! Ahahahaha

Setelah Ranti selesai ketawa, dunia gonjang-ganjing, Dajjal keluar dari perut bumi. Makan Ranti, terus balik ke asalnya. Seisi dunia kembali menjalankan aktifitas mereka masing-masing seolah tidak terjadi apa-apa. Dunia batal kiamat. Terima kasih Ranti!

Tapi bukan. Bukan itu yang terjadi. Gue akhirnya sadar. Dari situ gue bisa menarik sebuah kesimpulan lagi. Inilah hasil yang gue dapatkan karena menggombal dengan menggunakan kata-kata yang salah. Tandanya benar, pada dasarnya semua cewe ngga ada yang suka mukanya dibilang mirip kayak Neil Armstrong, si mantan astronot yang berjenis kelamin laki-laki dan sudah berusia 89 tahun itu.

Gue harap pengalaman gue ini bisa menjadi pelajaran yang berarti buat semua cowo di luar sana! Dan sekali lagi, Don’t try this at home!

The more you know, the less you know. I don’t feel like I know shit anymore, but I love it.
— Mike Stern

Prinsip Hidup!

Masih seputar piala dunia. Buat sebagian besar para penganut sepak bola, nonton pertandingan secara live adalah sesuatu hal yang sangat penting atau wajib hukumnya. Jam berapa pun, dimana pun, pasti akan mereka bela-belain untuk nonton. Sekalipun pertandingannya itu berlangsung subuh-subuh, merela rela untuk bangun sejenak dan menonton pertandingan itu, baru setelahnya mereka kembali melanjutkan tidur mereka. Mereka rela banget untuk mengurangi waktu tidur mereka hanya demi menonton sebuah pertandingan bola. Apalagi kalau tim yang bertanding adalah tim kesayangan mereka (padahal kalau sampai tim itu menang, ngga bakalan juga mereka diajak ikut pesta perayaannya).

Nah, dalam masa piala dunia seperti sekarang ini, gue juga suka banget ngebela-belain ngga kemana-mana cuma buat nonton bola di rumah. Pertandingan yang subuh-subuh pun bakal gue tungguin dari awal sampai habis. Walaupun ini tanah Jawa, walaupun di ruangan televisi lampunya sudah mati semua, walaupun gue sering ditakut-takutin sejak kecil, gue tetep bakal nungguin pertandingannya sampai habis di kamar gue yang ngga ada TVnya. Gue lebih milih dikasih highlight sama temen gue lewat BBM atau bacain status Twitter orang. Mungkin orang heran, ‘Lha, terus ngapain lo nungguin? kenapa sih lo ngga keluar aja nonton di TV sekalian?’

Setiap ada orang nanya kayak gitu, gue cuma tersenyum.

Jawabannya simpel aja sih. Ini adalah prinsip hidup! Buat gue, prinsip hidup itu adalah sebuah pegangan dalam hidup, yang bilamana dilanggar, seseorang itu akan kehilangan jati dirinya. Salah satu prinsip hidup gue: Gue ngga mau nonton TV subuh-subuh sendirian di luar kamar pada saat lampu rumah sudah dimatikan!

Jadi, alesan kenapa gue ngga nonton pertandingan bola yang ditayangkan subuh-subuh itu bukan karena gue takut, tapi karena gue sangat memegang teguh prinsip hidup gue yang satu ini! Jika prinsip ini gue langgar, mungkin besok ketika bangun pagi dan melihat ke kaca gue akan langsung teriak, ‘MAAAAA…. AKU INI SIAPAAA?’ (seakan-akan kehilangan jati diri dan hilangan ingatan mulai disamakan statusnya)

‘Cause I’ll doze off safe and soundly

But I’ll miss your arms around me.

~eyikayi_11.01.2009~

Hell is a half-filled auditorium.
— Robert Frost